PTK GULANG ( Guru Petualang )



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Tugas menjadi guru di SMPN Andongrejo menurut penulis merupakan suatu pekerjaan yang berat sekaligus menantang. Berat yang dirasakan karena minat belajar yang sangat rendah dan berakibat pada hasil belajar yang rendah pula. Hal ini dapat peneliti rasakan dari kegiatan pembelajaran sehari-hari perhatian siswa kurang focus pada pelajaran khususnya matematika. Keadaan seperti ini yang sering membuat penulis mempunyai dugaan kemampuan awal siswa yang kurang memadai atau kurang siap untuk menerima materi di tingkat SMP mengingat sebelumnya sangat banyak anak yang tidak melanjutkan pendidikan sampai jenjang SMP. Akibatnya nilai ulangan harian paling akhir yang diadakan pada siswa kelas VIII semester ganjil 2010/2011 hanya mampu mencapai angka 45. Walaupun ada hal yang membanggakan yaitu masih ada 2 (dua) murid yang mampu memperoleh nilai 70 dari 10 murid yang ada.
Kondisi ini tentu membuat peneliti sebagai guru matematika sangat prihatin dan terpacu untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan nilai seperti itu artinya ada kesenjangan kemampuan belajar matematika yang sangat jauh antara satu siswa dengan yang lainnya. Menurut pengalaman penulis selama melaksanakan kegiatan pembelajaran, penyebab rendahnya nilai ulangan harian itu dikarenakan kemauan siswa untuk memperhatikan setiap materi pelajaran yang diberikan sangat rendah. Aktifitas dari siswa dalam pembelajaran sebagian besar hanya diam, menengok ke kanan dan kiri , sekali waktu berbicara dengan teman, tidak perhatian pada pelajaran. Ketika mereka diingatkan untuk benar-benar serius dalam pelajaran misalnya dalam mengerjakan tugas banyak sekali alasan yang disampaikan seperti kepala pusing, belum jelas dengan materinya padahal jika disampaikan ulang mereka tetap tidak memperhatikan. Padahal dalam setiap kegiatan pembelajaran penulis sebagai guru tidak pernah lupa memberikan kesempatan untuk bertanya jawab, akan tetapi hanya siswa tertentu saja yang aktif bertanya ataupun menjawab setiap pertanyaan guru.
Sebenarnya peneliti sudah berusaha melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan membentuk kelompok-kelompok yang heterogen dengan tujuan agar terjadi kegiatan tutor sebaya dalam mengerjakan setiap tugas yang kemudian harus dipresentasikan. Tentu saja dalam menyampaikan materi masih menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Walaupun juga tidak jarang menggunakan media pembelajaran atau alat peraga seadanya yang boleh dibilang harus “kere-aktif”, mengingat sarana dan prasarana yang terbatas. Namun dalam diskusi kelompok masih banyak siswa yang tidak mau memperhatikan keterangan dari temannya dan ketika harus mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, pada akhirnya tetap siswa pintar yang harus mempresentasikan hasil diskusinya sedang siswa lain hanya menjadi pendengar dan penonton saja. Ketika penulis mencoba meminta siswa lain yang harus mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya maka muncul jawaban “ ….. gampang pak, yang penting tugasnya nanti dapat baik…..”( dalam bahasa Madura ).
Dengan kondisi nyata seperti ini juga menjadi tantangan bagi peneliti untuk menyampaikan materi pelajaran menggunakan model pembelajaran yang lebih menarik, yang belum pernah digunakan dalam kegiatan pembelajaran ditempat ini agar semua siswa benar-benar terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Sesuai dengan sebuah pendapat “teaching is primarily and always the stimulation of learner (Wetherington, 1986:131-136). Menurut pengamatan peneliti model pembelajaran yang masih mengandung unsur bermain sangat diperlukan dalam pembelajaran, karena rata-rata siswa SMPN Andongrejo masih sangat suka bermain-main ( kemauan dan keseriusan dalam belajar sangat kurang ).
Kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penyampaian materi dengan metode inquiri, walaupun materi ini pernah diterima di Sekolah Dasar tetapi rata-rata siswa belum mengenal konsep Keliling dan Luas Lingkaran. Sedangkan model Snowball throwing digunakan untuk melibatkan semua siswa dalam berlatih mengerjakan soal yang berhubungan dengan Keliling dan Luas Lingkaran. Oleh karena itu peneliti mengambil judul penelitian “Meningkatkan Hasil Belajar Kompetensi Dasar Keliling dan Luas Lingkaran dengan Menerapkan Model Snowball Throwing Pada Siswa Kelas VIII  SMP Negeri Andongrejo Tahun Pelajaran 2010/2011”. Penggunaan model pembelajaran ini dilaksanakan agar motivasi belajar siswa menjadi lebih meningkat. Karena jika kondisi siswa bermalas-malasan ketika pembelajaran dibiarkan, penulis khawatir akan berpengaruh kepada siswa yang sudah memiliki motivasi bagus ikut menjadi kurang motivasi belajarnya.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian latar belakang tersebut, dapat dirumuskan permasalahan yang sebagai berikut:
Apakah pembelajaran Kompetensi Dasar Keliling dan Luas Lingkaran dengan Menerapkan Model Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VIII SMP Negeri Andongrejo Tahun Pelajaran 2010/2011?
C.    Tujuan Penelitian
Berdasar atas perumusan masalaah di atas, maka tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Snowball Throwing dalam meningkatkan hasil belajar Kompetensi Dasar Keliling dan Luas Lingkaran pada siswa Kelas VIII  SMP Negeri Andongrejo Tahun Pelajaran 2010/2011.